Sabtu, 02 Maret 2019

6 Kebiasaan Buruk yang Memperlambat Metabolisme

6 Kebiasaan Buruk yang Memperlambat Metabolisme

Semua orang ingin tubuhnya dapat terus membakar lemak tubuh di setiap waktu.

Untuk itu, penting untuk memastikan metabolisme tubuh kita tetap baik.

Namun, ada beberapa kebiasaan harian yang tanpa disadari justru dapat memperlambat metabolisme tubuh kita.

1. Sarapan terlalu siang

Ketika kita tidur, tubuh kita tidak mendapatkan asupan makanan apa pun.

Pada waktu tidur selama berjam-jam tersebut, metabolisme (proses mengubah makanan dan minuman menjadi energi) tubuh kita membutuhkan sesuatu untuk mamacunya.

Untuk membuat proses pembakaran kalori tersebut berjalan, Senior Director of Communicty Health Improvement dari Public Health Improvement Partners, Joanne Rinker menguraikan pendangannya.

Dia menyarankan kita agar mengonsumsi sesuatu untuk sarapan dalam satu jam setelah bangun tidur, atau lebih baik lagi dalam 15 menit.

Baca juga: Sarapan Sereal Saja Tak Cukup bagi Anak, Simak Alasannya

2. Berhenti minum kopi

Sejumlah riset menunjukkan adanya efek positif dari konsumsi kopi dalam jumlah yang moderat.

Kopi bisa mereduksi risiko penyakit kardiovaskular, penyakit syaraf tertentu, dan bahkan diabetes tipe 2.

Minum kopi dengan kafein juga bisa menyebabkan peningkatan metabolisme yang meskipun hanya sementara, namun signifikan.

Hal itu dikatakan Director of Nutrition and Metabolic Service dari Our Lady of the Lake Regional Medical Center di Baton Rouge, Louisiana, Kristen Gradney, RDN.

Kafein diserap oleh aliran darah sangat cepat, mampu meningkatkan denyut jantung dan mampu meningkatkan metabolisme.

Menurut pedoman Pemerintah Amerika Serikat, tiga hingga lima gelas kopi sehari bisa menjadi bagian dari diet sehat.

Sebagai catatan, konsumsilah kopimu sesederhana mungkin.

Menambahkan terlalu banyak kalori dari gula cair dan krim bisa menghilangkan manfaat kesehatannya.

3. Kurang minum air

Setiap proses sel dalam tubuh bergantung pada air. Jadi, tubuh yang kurang terhidrasi bisa berdampak pada menurunnya proses merabolisme.

Ketika tubuh mengalami dehidrasi, kita menjadi kekurangan energi untuk berjalan, bersepeda atau melakukan kegiatan apapun yang mampu membakar kalori.

4. Tidak melakukan latihan ketahanan

Latihan ketahanan mengambil peran penting terhadap metabolisme tubuh.

Dengan tidak melakukan latihan ketahanan, sama saja kamu membiarkan metabolisme tubuhmu melorot.

Hal itu dikatakan oleh Clinical professor of medicine sekaligus Director of metabolic support di Division of Endocrinology, Diabetes, and Bone Disease dari the Icahn School of Medicine, Mount Sinai, New York, Jeffrey I. Mechanick.

Menurut dia, jumlah kalori yang digunakan tubuh untuk menjaga denyut jantung, pemompaan paru-paru, dan fungsi penting tubuh lainnya adalah yang menjaga tubuh kita tetap sehat.

Jadi, semakin banyak otot yang kamu miliki, akan semakin tinggi pula metabolisme tubuhmu dan semakin banyak kalori yang terbakar.

Seiring bertambahnya usia, kita semakin kehilangan otot dan mendapatkan lemak.

Untuk melawan efek tersebut, masukkan latihan kekuatan dalan rutinitas harianmu.

Orang dewasa yang melakukan latihan ketahanan tiga kali seminggu dapat secara signifikan meningkatkan rasio metabolik istirahat (resting metabolix rate) rata-rata 5 persen selama sembilan bulan.

Demikian hasil penelitian yang dipublikasikan di European Journal of Clinical Nutrition. menemukan,

Tapi, jangan juga terlalu terburu-buru ketika mengangkat beban.

Jika iya, kamu mungkin mendapatkan nilai A untuk usaha yang kamu lakukan. Namun, mengangkat beban secara perlahan, bisa memaksimalkan manfaat peningkatan metabolisme tubuh.

Gerakan eksentrik bisa menyebabkan jaringan otot rusak lebih parah daripada mengangkat biasa.

Hal itu bagus karena tubuhmu akan membakar lebih banyak kalori ketika memperbaiki kerusakan tersebut, sehingga metabolisme tubuh pun meningkat.

Para peneliti dari Wayne State University menemukan, fokus memperlambat gerakan eksentrik dapat meningkatkan metabolisme tubuh selama 72 jam setelah sesi latihan.

5. Diet terlalu ketat

Tak sedikit orang yang melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan.

Kamu mungkin saja mendapatkan berat badan yang ditargetkan, namun memotong kalori tubuh dalam jumlah yang ekstrem akan membuat tubuhmu menahan kalori tersebut lebih ketat.

Ketika tubuhmu kelaparan, tubuh akan mengimbangi dengan memperlambat pembakaran kalori.

"Tubuh akan membakar kalori lebih sedikit, secara ekstrem memotong jumlah kalori yang digunakan untuk menghasilkan energi," kata Gradney.

Baca juga: Tips Tetap Bugar Bagi Ayah Baru yang Kurang Tidur

Makanlah dalam porsi kecil dan seimbang sepanjang hari, setiap 3-4 jam bisa membuat tubuhmu tetap kenyang dan metabolisme tubuh terjaga.

6. Kurang tidur

Kurang tidur bisa meningkatkan resistensi insulin. Hasilnya, level gula darah akan meningkat.

Kondisi ini juga akan mengacaukan level hormon yang berdampak pada metabolisme tubuh.

Selanjutnya, level kortisol atau hormon yang berkaitan dengan penyimpanan lemak pun akan meningkat.

Sementara, hormon pertumbuhan yang membuat otot tanpa lemak, akan berkurang.

Nah, agar fungsi tubuh bekerja dengan baik, dibutuhkan waktu tidur 7-9 jam setiap malam.

0 komentar:

Posting Komentar